Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-14 Kabupaten Humbang Hasundutan , dihadiri Wakasad TNI Letjen Hinsa Siburian dan Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw Pakpahan


 

Perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) ke-14 Kabupaten Humbang Hasundutan dilaksanakan secara meriah bertempat di Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul, Sabtu 29 Juli 2017. Sebelum acara puncak dilaksanakan, lebih dulu digelar rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Humbahas, Komplek Perkantoran Tano Tubu Doloksanggul. Tema perayaan  “Mari Kita Wujudkan Humbang Hasundutan Hebat dengan Kerja Keras, Kerja Cerdas, dan Kerja Serius,”.

Dalam rapat paripurna istimewa di DPRD Humbahas, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan ke-14 mengambil tema “MARI KITA WUJUDKAN HUMBANG HASUNDUTAN HEBAT DENGAN KERJA KERAS, KERJA CERDAS DAN KERJA SERIUS”.

Berangkat dari tema ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat dan motivasi seluruh aparatur Pemerintahan Daerah untuk memaksimalkan daya upaya untuk meningkatkan capaian kinerja dan prestasi sesuai dengan tupoksi masing-masing, merubah pola pikir dengan cerdas sesuai dengan tuntutan dan perubahan zaman (improvisasi) dan bekerja dengan sungguh-sungguh (serius).  Aparatur pemerintah wajib meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat dengan memperhatikan efektifitas, efisiensi, adil merata dan berkeadilan tanpa pandang bulu.

Selain itu, juga mengajak agar seluruh komponen masyarakat Humbang Hasundutan meningkatkan partisipasi atau peran aktif serta berkontribusi untuk membangun Kabupaten Humbang Hasundutan. Sebagaimana prinsip pembentukan Kabupaten Humbang Hasundutan pada hakekatnya didasari cita-cita luhur oleh seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun pemekaran bukanlah tujuan akhir yang ingin dicapai, akan tetapi merupakan tahap awal sebagai sarana untuk mencapai tujuan utama yaitu percepatan dan ketepatan pelayanan, peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Ulang Tahun ke-14 ini sebagai momentum bersatu padu untuk meningkatkan kinerja dan partisipasi dalam pembangunan di berbagai aspek kehidupan. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan atas kerja sama yang sangat harmonis dan terjalin selama ini yang senantiasa memberikan dukungan, pemikiran baik secara kelembagaan maupun perorangan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan sebagai mitra dan bagian yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Ungkapan terima kasih juga kami haturkan kepada Dewan yang terhormat atas perkenannya menyelenggarakan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan ini, dan menjadikannya sebagai satu agenda wajib dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Humbang Hasundutan. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang sama kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan atas kerjasama yang juga terjalin sangat harmonis, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban umum Kabupaten Humbang Hasundutan dapat senantiasa terjaga.

Selain memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, Kabupaten Humbang Hasundutan juga memiliki sumber daya manusia yang cukup besar, namun masih memerlukan peningkatan kualitas secara optimal. Pada era globalisasi sekarang ini, tantangan dan tuntutan zaman semakin kompleks, sehingga setiap individu harus mempersiapkan diri, salah satunya melalui peningkatan kualitas agar lebih professional dalam bidang masing-masing.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menetapkan pembangunan Sumber Daya Manusia secara menyeluruh sebagai prioritas sekaligus pilar utama pembangunan dengan melalui pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, pembangunan karakter, pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta pemeliharaan lingkungan hidup yang keseluruhannya memiliki keterkaitan satu sama lainnya.

 Mencermati kondisi dan tantangan serta harapan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan telah menetapkan visi “Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul”dengan menitikberatkan pembangunan lima sektor utama yaitu sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur dan pariwisata dalam arti luas. Ke-lima sektor ini kita pandang mampu mendongkrak pergerakan sektor-sektor lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk meningkatkan kinerja dibidang pendidikan dilakukan berbagai pembangunan seperti rehabilitasi ruang kelas, penambahan ruang kelas baru, penambahan unit sekolah baru, penyediaan alat-alat praktik dan alat peraga siswa serta penyediaan meubilair dan buku-buku pelajaran serta peningkatan kompetensi guru melalui pelaksanaan bimbingan teknis dan pendidikan serta pelatihan. Selanjutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat diupayakan melalui penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, penambahan dokter spesialis di Rumah Sakit, penyediaan alat-alat kesehatan, pemerataan jumlah paramedis dan tenaga kesehatan, peningkatan pengetahuan petugas puskesmas/ pustu/poskesdes dan rumah sakit, pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi dan peningkatan kegiatan pola hidup bersih dan sehat.

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian mayoritas masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan. Oleh karena itu, pembangunan bidang pertanian sangat diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah pemenuhan tingkat kesejahteraan yang memadai. Dalam rangka meningkatkan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian, kita telah melakukan berbagai upaya seperti program perluasan areal tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat yang didukung mekanisasi pertanian yang diharapkan akan meningkatkan produktivitas pertanian.

Dibidang infrastruktur dan pengembangan wilayah, kita terus berupaya meningkatkan kualitas jalan dan jembatan serta infrastruktur sumber daya air, sehingga akses ke seluruh desa dapat lebih memadai dalam mendorong kelancaran transportasi angkutan barang dan penumpang. Selain itu, kita juga membangun dan memelihara infrastruktur irigasi kabupaten dan jaringan irigasi desa, perluasan sambungan listrik desa, air minum dan air bersih.

Beberapa hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini menunjukkan eksistensi Kabupaten Humbang Hasundutan secara bertahap tapi pasti, mulai mampu mensejajarkan diri dengan kabupaten lainnya di Provinsi Sumatera Utara.  Pada usianya yang ke-14, Kabupaten Humbang Hasundutan telah mampu meraih berbagai prestasi antara lain, Memperoleh Opini “Wajar Tanpa Pengecualian” Tahun 2016, yang merupakan pencapaian ke- 5 dalam hal Laporan Keuangan. Peringkat Pertama Atas Laporan Hasil Pemantauan Penyelesaian Kerugian Daerah Tingkat Propinsi Sumatera Utara. Penghargaan dari Kementerian Kesehatan dalam Pencapaian Imunisasi Dasar Lengkap Diatas 80% Tahun 2017. Penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dalam upaya membina dan mengembangkan Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi  Kabupaten yang peduli Hak Asasi Manusia  tahun 2015. Penghargaan dari Kementerian Perhubungan berupa Plakat Wahana Tata Nugraha selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2014 dalam Layanan Lalulintas dan Angkutan di Kota Doloksanggul. Penghargaan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ BAPPENAS berupa piagam anugrah Pangripta Nusantara 2017 dalam hal perencanaan pembangunan terbaik. Dibidang pendidikan pada tahun 2017, kita dapat berbangga hati dengan diterimanya 452 siswa-siswi lulusan SMA/SMK Kabupaten Humbang Hasundutan masuk PTN termasuk didalamnya 41 orang menjadi mahasiswa/mahasiswi PTN Favorit.

Usai rapat paripurna dilanjutkan acara perayaan HUT di Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul. Berbagai kegiatan dilaksanakan di Tanah Lapang Merdeka Doloksanggul antara lain koor lansia se-Kabupaten Humbang Hasundutan, pemberian seperangkat pakaian adat kepada Wakasad TNI Letjen Hinsa Siburian dan kepada Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw Pakpahan. Penyerahan secara simbolis kursi roda bagi penyandang disabilitas dan penyerahan bibit serta alsintan. Koor guru se-Kabupaten Humbang Hasundutan dan devile kecamatan se-Kabupaten Humbang Hasundutan. Bukan hanya itu saja, membuat masyarakat tidak mau beranjak dari lapangan dengan tampilnya marching band SD Bintang Kejora Lintongnihuta dan pagelaran musik tradisional gondang sabangunan. Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE juga menyerahkan piagam kepada wushu Humbang Hasundutan binaan Jesdin Lumbangaol.  Akhir acara, adanya hiburan dan lucky draw.

Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit AMd dalam sambutannya mengatakan  peringatan HUT ke-14 Kabupaten Humbang Hasundutan kiranya membawa kedamaian dan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Peringatan tersebut telah kita rayakan dengan semarak dan penuh sukacita yang didukung dengan berbagai kegiatan lomba, sebagai wujud untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam membangun Kabupaten Humbang Hasundutan.

Keberhasilan pembangunan yang kita nikmati selama ini tidak terlepas dari hasil pimpinan terdahulu dan para pejuang pemrakarsa baik yang ada di bona pasogit maupun yang ada di perantauan. Untuk itu mari kita bekerja keras dan saling mendukung antara yang satu dengan yang lainnya sesuai dengan fungsi masing-masing sebagaimana thema hari jadi Kabupaten Humbang Hasundutan tahun ini yaitu Mari Kita Wujudkan Humbang Hasundutan Hebat dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja serius. Thema tersebut menggambarkan, bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kerja keras, stabilitas politik dan persatuan dan kesatuan. Karena dengan demikian akan tercipta kesejahteraan masyarakat, ketentraman dan kedamaian bangsa. Sebagaimana telah kita saksikan baik melalui media elektronik maupun media cetak, dimana suatu bangsa yang tidak terbangun stabilitas politik dan persatuan kesatuan serta kerja keras, maka akan mengalami kehancuran. Masyarakatnya terpecah belah, saling menghujat, bahkan menghujat pemerintahannya sendiri. Akibatnya pemerintahnya sangat sulit untuk membangun, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya secara berdaya guna dan berhasil guna. Sementara disisi lain masyarakat menginginkan percepatan pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat.

Tantangan yang kita hadapi ke depan bukan semakin ringan, tetapi justru akan semakin berat dan kompleks. Hal itu disebabkan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebebasan mengeluarkan pendapat yang baik, tidak memiliki etika, menghilangkan norma-norma agama dan melanggar rambu-rambu hukum. Oleh karena itu, saya menghimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan untuk senantiasa menjaga stabilitas politik, lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan, bergandengan tangan dan saling bahu membahu untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. Sehingga Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi contoh dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan tidak mengedepankan kepentingan kelompok dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan. Persaudaraan yang saling menjaga dan menghargai serta meningkatkan kualitas iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Perbedaan pendapat hendaknya tidak dijadikan sebagai perpecahan, tetapi perbedaan itu merupakan dinamika berdemokrasi yang selalu dihormati dan dijunjung tinggi oleh semua orang.

Kabupaten Humbang Hasundutan, juga telah berhasil melaksanakan pembangunan di berbagai bidang, walaupun belum seluruh kepentingan masyarakat terakomodir, namun secara bertahap telah dapat dinikmati oleh masyarakat seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertanian. Hal tersebut tercipta berkat dukungan semua elemen masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan yang selalu menjaga stabilitas politik dan memelihara persatuan dan kesatuan serta bekerja keras. Juga dilandasi dengan dalihan Natolu Somba Marhula-hula, Elek Marboru dan Manat Mardongan Tubu.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH didampingi Anggota Komisi III DPR RI Dr Junimart Girsang SH MH mengatakan, jumlah penduduk Humbahas sekitar 200.000 jiwa yang berada di 10 kecamatan, tapi baru tiga kecamatan bisa diandalkan. Kata Ketua DPP PDI Perjuangan ini, ada 187 kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan se Indonesia. Tapi kepala daerah yang mampu membuat terobosan pembangunan adalah Gubernur DKI Jakarta ketika dipimpin Ahok dan Wali Kota Surabaya Risma. Ditegaskannya, kepala daerah yang berhasil adalah yang mampu membawa investor ke daerahnya, bukan karena kemampuannya membawa dana APBN dan APBD. Di usianya yang ke 14, belum ada hotel yang representatif di Humbahas khususnya di  Doloksanggul, yang ada masih di Samosir, Taput dan Tobasa untuk kawasan Tapanuli Raya.

Di masa kepemimpinan  Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor yang hampir dua tahun belum ada hotel yang representatif  dan belum ada investor yang masuk untuk membangun hotel. Karena hotel sangat diperlukan di suatu daerah khususnya Humbahas untuk penginapan para pendatang yang melancong, khususnya anak perantau yang pulang kampung. Maka diharapkannya, di sisa masa jabatan pasangan Bupati Dosmar Banjarnahor dan Saut Parlindungan Simamora yang masih tiga tahun lagi diharapkan ada dibangun hotel representatif di Humbahas. “Bupati dan wakil bupati harus menunjukkan hasil kerjanya kepada masyarakat supaya bisa  dipilih kembali pada periode berikutnya. Tutupilah segala kekurangan yang ada dan lengkapilah dengan apa yang menjadi prioritas pembangunan. Ikon Doloksanggul dengan daging kudanya sudah bagus, tapi sekarang kudanya didatangkan dari daerah lain. Kembalikanlah jati diri Humbahas ke sedia kala,” tegasnya.Trimedya yang merasa bangga antara bupati dan wakilnya masih kompak dalam memimpin Humbahas, karena kebanyakan kepala daerah tidak harmonis setelah memimpin selama satu tahun. Untuk itu dia berpesan di dalam kekompakan itu, bupati dan wakil bupati harus bisa membuat terobosan-terobosan penting dalam membangun Humbahas.

Gubsu Ir HT Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan, memperingati suatu peristiwa sejarah perayaan hari jadi daerah adalah suatu hal yang wajar dan pantas sebagai momentum evaluasi, koreksi dan introspeksi atas hasil-hasil kinerja yang telah dicapai. Evaluasi dimaksud diperlukan untuk mengukur seberapa jauh capaian kinerja yang menjadi tanggungjawab bersama.”Koreksi diperlukan karena tantangan yang kita hadapi sangat berat dan beragam, sehingga kondisi riil di lapangan kadang-kadang tidak sejalan dengan program yang kita tetapkan. Sedangkan introspeksi dibutuhkan karena kita sebagai manusia tidak luput dari alpa dan lupa, salah dan khilaf,” kata Gubsu.

Sementara itu, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw   menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati Humbahas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama yang telah memakaikan kepada mereka (Kapoldasu dan Wakasad TNI) pakaian adat Batak Toba melalui suatu prosesi khusus. “Hal ini akan menjadi memori khusus bagi kami yang kebetulan berasal dari tanah Papua yang juga memiliki banyak suku dan seragam kebesaran adat.
Saya yakin pemberian seperangkat pakaian adat ini mengandung makna dan spritual yang luar biasa,” kata Waterpauw. Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Papua itu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Kabupaten Humbahas, para tokoh-tokoh masyarakat, agama, adat, dan pejabat atas dukungannya dalam memelihara dan menjaga situasi Kamtibmas yang sampai saat ini relatif kondusif, sehingga program pembangunan di daerah dapat berjalan sebagaimana yang diagendakan Pemkab Humbahas.

Acara HUT ke-14 Humbahas itu dihadiri Wakasad Letjen TNI Hinsa Siburian, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw bersama 9 orang Polri berpangkat Kombes, Gubsu Ir HT Erry Nuradi, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan SH MH dan anggota Komisi III DPR RI Dr Junimart Girsang SH MH, Wakil Ketua DPRDSU Aduhot Simamora, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora, Danrem 023/KS Kolonel Inf Donni Hutabarat,  Direktur Pemasaran BPODT Basar Simanjuntak, Direktur Kepatuhan PT Bank Sumut Yulianto Maris, Ketua DPRD Humbahas Manaek Hutasoit, Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Nathanael, Kajari Humbahas Zaidar Rasepta, dan Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ary Lilipaly, Sekda Saul Situmorang SE MSi beserta sejumlah Kapolres se Sumut. Hadir juga Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, mantan Bupati Taput Torang Lumban Tobing, Direksi PT TPL Mulia Nauli dan Leonard Hutabarat, pemrakarsa/tokoh masyarakat, ketua/wakil ketua TP PKK Humbahas, tokoh adat, agama, pemuda, ormas, LSM dan undangan lainnya.

 

Maspekal Bagikan Ribuan Cangkir Kopi Gratis

Semerbak aroma kopi berkelebat memenuhi hamparan lapangan merdeka Doloksanggul. Aroma tersebut membuat kerumunan disekeliling para barista kopi yang tergabung dalam Masyatakat Pemerhati Kopi Arabika Sumatera Lintong (Maspekal) Humbang Hasundutan (Humbahas). Keberagaman model penyajian juga menjadi tontonan bagi masyarakat Humbahas yang menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Humbahas yang ke 14. Maspekal sendiri merupakan komunitas pecinta kopi arabika lintong yang sudah berdiri sejak tahun 2012 lalu.  Kegiatan membagikan ribuan gelas kopi tersebut dilakukan untuk memperkenalkan kopi lintong pada masyarakat Humbahas sendiri.  Serta mengubah paradigma bahwa kopi arabika Lintong bukan merupakan kopi konsumsi.  Karena masyarakat sering beranggapan bahwa kopi lintong adalah bahan baku mesiu ataupun cat pewarna.  Dengan penyajian ribuan kopi tersebut masyarakat lebih mencintai kopi lintong yang pada dasarnya merupakan bahan baku untuk kopi kelas dunia yang di sajikan  di beberapa negara eropa.

Gani Silaban,  barista kopi lintong yang sudah melalang buana ke beberapa negara di asia dan di eropa mengatakan bahwa kopi lintong bukan sekedar kopi biasa.  Karena keistimewaan kopi lintong terletak pada aroma,  rasa dan body.  Hal ini bisa ditemukan di kopi lintong karena di tanaman di atas hasil letusan gunung toba dengan ketinggian mencapai 1600 diatas permukaan laut.  Selain itu varitas kopi lintong juga sangat unit karena di kenal dengan varitas sigarar utang.  Karena itu lewat ribuan gelas kopi yang di sajikan para pecinta kopi lintong masyarakat dapat mengenal keistinewaan tersebut.

“Kopi lintong bukan sekedar kopi,  tetapi kopi yang hidup di tanah leluhur dengan pola pengolahan yang baik. Lewat parade ribuan gelas kopi lintong tersebut kita berharap petani kopi menyadari bahwa kopi lintong adalah kopi berkwalitas bagus dan memiliki nilai jual tinggi, ” jelasnya.

Sementara itu,  penggiat kopi lainnya Isner Manalu juga menuturkan hal yang sama.  Sejumlah penggiat kopi yang tergabung dalam Maspekal menyuguhkan kopi untuk masyarakat Humbahas sebagai ucapan terimakasih yang ikut mendukung pengembangan kopi.  Isner mengatakan bahwa awalnya mereka berencana membagikan 1400 gelas kopi.  Namun karena tingginya antusias masyarakat maka mereka menambah ribuan gelas kopi secara gratis.  Kopi yang dibagikan tersebut merupakan kopi produksi dari para pecinta kopi yang tergabung di Maspekal.

Isner memaparkan  acara ini menjadi sarana promosi dan sosialisasi minum kopi Lintong, yang notabenenya masyarakat Humbahas dominan sebagai petani kopi, namun tidak pernah menikmati olahan kopi Lintong.

“Antusiasme masyarakat meminum kopi Lintong luar biasa, dari usia anak anak hingga orangtua, dari mulai acara pagi  hingga sore pengunjung berduyun antri untuk mendapatkan cangkir kopi, hingga panitia menambah jumlah suguhan sebanyak 2500 cangkir. Dengan kegiatan ini wadah Maspekal semakin di kenal oleh masyarakat Kabupaten Humbahas, ” jelasnya. Isner Manalu. (TIM Diskominfo).